Solusi Mengatasi Banjir Jakarta

Posted: 7 Februari 2013 in Paling sering di Cari, Solusi
Tag:, , , , , , , , , ,

JAKARTA BEBAS BANJIR , BANGUN WADUK DI MUARA KANAL BANJIR BARAT DAN MUARA CENGKARENG DRAIN SERTA MUARA KANAL BANJIR TIMUR

SIKLUS HIDROLOGI ( Asal Usul Air Tawar )

 

Anggapan bahwa air merupakan sumber daya alam yang tak terbatas dan senantiasa dapat diperbaruhi, melalui proses siklus hidrologi yang terus menerus berlangsung secara dinamis, sekarang ini terpatahkan dengan apa yang sedang kita rasakan dalam beberapa decade terakhir ini.

Sering terjadinya banjir dan kekeringan yang disertai bencana yang terkait dengan perilaku sumber daya air ini seakan menyentakkan kita bahwa proses siklus hidrologi ini telah terganggu

 

Meningkatnya jumlah penduduk dunia, disertai peningkatan kegiatan pembangunan telah merubah kondisi dan perilaku alam, khususnya sumber daya air dan lingkungannya.

Perubahan iklim,baik global maupun local, saat ini tidak dapat dipungkiri sedang terjadi dan diyakini akan terus berlangsung.

 

Menyadari bahwa, air yang merupakan sumber daya yang esensial bagi kelangsungan kehidupan,pembangunan dan lingkungan, kini sudah merupakan sumber daya yang terbatas dan rentan sesuai dengan ruang dan waktu.

 

Tantangan ini sudah harus dijawab dengan tekad kita untuk mengelola sumber daya air kita secara menyeluruh dan berkelanjutan, agar dapat memberikan manfaat dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Hujan merupakan anugerah, yang diberikan Allah SWT sebagai rahmat bagi semua makhluk di alam semesta ini. Hujan yang turun dari langit menjadi sumber kehidupan bagi semua makhluk hidup. Berkat kekuasaan Allah , setiap musim hujan air laut yang asin dengan volume 97 % dari jumlah air di Bumi berpindah dari lautan menuju atmosfer lalu turun ke daratan . Kehidupan pun bergantung pada Hydrology cycle ini, yang telah di firmankan oleh Allah dalam (Al Qur”an, 30 (surat Ar–Ruum Ayat48) seperti dibawah ini:

“Dialah Allah Yang mengirimkan angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendakiNya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal; lalu kamu lihat air hujan keluar dari celah-celahnya; maka, apabila hujan itu turun mengenai hamba-hambaNya yang dikehendakiNya, tiba-tiba mereka menjadi gembira” (Al Qur”an, surat 30; ayat 48)

 

HYDROLOGY CYCLE Seperti firman Allah ” (Al Qur”an, surat 30; ayat 48)

 

 

Sekarang, mari kita lihat pada tiga tahapan yang disebutkan dalam ” (Al Qur”an, surat 30; ayat 48)

 

Tahap Pertama : “ Allah, dialah yang mengirimkan angin…..”

 

Gelembung-gelembung udara yang tidak terhitung jumlahnya dibentuk oleh buih-buih di lautan yang secara terus-menerus pecah dan mengakibatkan partikel-partikel air tersembur ke udara menuju ke langit. Partikel-partikel ini yang kaya akan garam– kemudian terbawa angin dan bergeser ke atas menuju atmosfer. Partikel-partikel ini (disebut aerosol) membentuk awan dengan mengumpulkan uap air.

 

Tahap Kedua : “…..lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendakinya, dan menjadi bergumpal-gumpal…..”

Awan terbentuk dari uap air yang mengembun di sekitar kristal-kristal garam atau partikel-partikel debu di udara. Karena tetesan-tetesan air di sini sangat kecil (dengan diameter antara 0,01-0,02 mm), awan mengapung di udara dan menyebar di angkasa. Sehingga langit tertutup oleh awan.

Tahap Ketiga : “….lalu kamu lihat hujan keluar dari celah-celahnya, maka apabila hujan itu turun.”

Partikel-partikel air yang mengelilingi kristal-kristal garam dan partikel-partikel debu mengental dan membentuk tetesan-tetesan hujan. Sehingga, tetesan-tetesan tersebut, yang menjadi lebih berat dari udara, meninggalkan awan dan mulai jatuh ke tanah sebagai hujan.

Setiap tahap dalam pembentukan hujan disampaikan dalam Al-Qur’an. Terlebih lagi, tahapan-tahapan tersebut dijelaskan dalam runtutan yang benar. Seperti halnya fenomena alam lain di dunia, lagi-lagi Al-Qur’an lah yang memberikan informasi yang paling tepat tentang fenomena ini, selain itu, Al-Qur’an telah memberitahukan fakta-fakta ini kepada manusia berabad-abad sebelum sains sanggup mengungkapnya.

Secara ilmiah melalaui penelitian dan pengamatan ilmu hidrologi juga melewati 3 (tiga ) Tahapan ,Sama seperti proses yang telah di firmankan oleh Allah S.W. T. 1400 tahun yang lalu,

Siklus Hidrologi: adalah sirkulasi air yang tidak pernah berhenti dari atmosfir ke bumi dan kembali ke atmosfir melalui kondensasi, presipitasi, evaporasi dan transpirasi

Sama seperti proses fotosintesis pada siklus karbon, matahari juga berperan penting dalam siklus hidrologi. Matahari merupakan sumber energi yang mendorong siklus air, memanaskan air dalam samudra dan laut. Akibat pemanasan ini, air menguap sebagai uap air ke udara. 90 % air yang menguap berasal dari lautan. Es dan salju juga dapat menyublim dan langsung menjadi uap air. Selain itu semua, juga terjadi evapotranspirasi air terjadi dari tanaman dan menguap dari tanah yang menambah jumlah air yang memasuki atmosfer.

Setelah air tadi menjadi uap air, Arus udara naik mengambil uap air agar bergerak naik sampai ke atmosfir. Semakin tinggi suatu tempat, suhu udaranya akan semakin rendah. Nantinya suhu dingin di atmosfer menyebabkan uap air mengembun menjadi awan. Untuk kasus tertentu, uap air berkondensasi di permukaan bumi dan membentuk kabut.

Arus udara (angin) membawa uap air bergerak di seluruh dunia. Banyak proses meteorologi terjadi pada bagian ini. Partikel awan bertabrakan, tumbuh, dan air jatuh dari langit sebagai presipitasi. Beberapa presipitasi jatuh sebagai salju atau sebagai es dan gletser, yang dapat menyimpan air beku untuk ribuan tahun. Snowpack (salju padat) dapat mencair dan meleleh, dan air mencair mengalir di atas tanah sebagai snowmelt (salju yang mencair). Sebagian besar air jatuh ke permukaan dan kembali ke laut atau ke tanah sebagai hujan, dimana air mengalir di atas tanah sebagai limpasan permukaan.

Sebagian dari limpasan masuk sungai, lembah, dan lain-lain. Semua aliran itu bergerak menuju lautan. sebagian limpasan menjadi air tanah disimpan sebagai air tawar di danau. Tidak semua limpasan mengalir ke sungai, banyak yang meresap ke dalam tanah sebagai infiltrasi. Infiltrasi air jauh ke dalam tanah dan mengisi ulang akuifer, yang merupakan persediaan air tawar untuk jangka waktu yang lama. Sebagian infiltrasi tetap dekat dengan permukaan tanah dan bisa merembes kembali ke permukaan sebagai debit air tanah. Seiring waktu, air kembali ke laut, di mana siklus hidrologi di mulai.

Manfaat air hujan sesuai Surat (16) AN-NAHL (Lebah) Ayat 10 dan 11 )

Allah SWT berfirman, ”Dialah yang telah menurunkan air hujan dari langit untuk kamu, sebagiannya menjadi minuman dan sebagiannya (menyuburkan) tumbuh-tumbuhan, yang pada (tempat tumbuhnya) kamu mengembalakan ternakmu. Dia menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan itu tanaman-tanaman; zaitun, kurma, anggur dan segala macam buah-buahan. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memikirkan.”jadi sudah jelas bahwa manfaatnya hujan antara lain untuk minuman dan pertanian, dan lain sebagainya seperti firman Allah dalam ( Al Qur”an surat 50,ayat 9 “ Dan Kami turunkan dari langit air yang banyak manfaatnya

Dengan bertambahnya kebutuhan air untuk kegiatan manusia dan juga peningkatan jumlah penduduk 212.000 orang per hari (1985), kelangkaan air merupakan hal yang ada dihadapan kita.

Jumlah air di permukaan bumi ini secara keseluruhan relatif tetap. Air akan selalu ada karena air bersirkulasi tidak pernah berhenti dari atmosfir ke bumi dan kembali ke atmosfir mengikuti siklus hidrologi. Tetapi apakah air akan hadir pada tempat, waktu, dan kualitas yang dibutuhkan .

Hujan merupakan siklus hydrology yang di rencanakan oleh Allah untuk kebutuhan semua makhluk yang berada di Bumi, karena semua makhluk tersebut membutuhkan air tawar yang jumlahnya hanya 3 % dari seluruh volume yang berada di bumi, 1,7 % berada di kutub sebagai es dan yang 1,2 % berupa air bawah tanah, dan hanya 0,1 % berada sebagai air permukaan,seperti danau dan sungai , maka perlu proses yang kontinyu untuk mengisi air di darat melalui proses hydrology cycle tersebut,

Dari siklus hydrology tersebut , maka air hujan harus dimanfaatkan sebanyak mungkin untuk kebutuhan semua makhluk hidup. yang berada di bumi, sesuai dengan firman Allah dalam ( Al Qur”an surat 50,ayat 9 “ ) Dan Kami turunkan dari langit air yang banyak manfaatnya

Dari Tujuan diturunkannya hujan adalah untuk dimanfaatkan oleh semua mahkuk yang ada di bumi, apa yang terjadi selama ini dalam penanganan pengendalian banjir adalah secepat mungkin mengembalikan air hujan ke laut .

Jadi Pengendalian banjir dengan mengalirkan air hujan langsung dibuang lagi ke laut melalui sungai yang di normalisasi ( dilebarkan ) adalah bertentangan dengan filosofi dari firman allah tersebut. Artinya air asin yang secara proses hydrology cycle sesuai firman allah tersebut dibuang lagi ke laut tanpa dimanfaatkan oleh kita karena di anggap membuat bencana yaitu bencana banjir, hal ini adalah bertentangan dengan firman allah.

Padahal kalau kita evaluasi dan instropeksi ke belakang, bencana banjir tersebut karena akibat perbuatan manusia yang dalam perkembangan penduduk dan pembangunan kawasan perkotaan ,maupun pembangunan ekonomi tidak mengindahkan ekosistem ,dampak lingkungan, serta dampak sosial, seharusnya kalau kita mengerti tentang ilmu hydrology dan paham dengan firman Allah tersebut harusnya setiap kita membangun bangunan yang menutupi daerah resapan , kita harus mengganti resapan tersebut sesuai dengan luas ataupun volume resapan yang kita hilangkan akibat pembangunan tersebut.

Hal tersebut , agar volume hujan yang telah direncanakan oleh Allah tersebut tetap berada di daratan untuk dimanfaatkan oleh semua makhluknya

Seperti difirmankan dalam Al Qur”an Surat 13 Ayat 17 Surat AR-RAD (Guruh) Ayat 17.

Allah telah menurunkan air hujan dari langit, maka mengalirlah air dilembah-lembah menurut ukurannya.

Hujan adalah anugerah untuk hamba Allah dan semua makhluk di dunia ini perlu air tawar dan Allah sudah atur, bahwa hujan datang pada tempatnya yaitu daerah berlembah-lembah. dan disimpan di Daerah Aliran Sungai sehingga pada waktu musim kemarau, air tawar itu mengalir melalui aliran dasar yang menghasilkan debit di sungai.

Untuk itulah Alquran mengajak manusia untuk mensyukuri hujan sebagai karunia yang diberikan Allah kepada makhluk-Nya. Dalam Alquran surat Al Waaqi’ah ayat 68-70 Allah berfirman,”Maka terangkanlah kepada-Ku tentang air yang kamu minum. Kamukah yang menurunkannya dari awan ataukah Kami yang menurunkannya Kalau Kami kehendaki, niscaya Kami jadikan dia asin, maka mengapa kamu tidak bersyukur.”

”Apakah kamu tidak memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah menurunkan air dari langit, maka diatur-Nya menjadi sumber-sumber di bumi kemudian ditumbuhkannya-Nya dengan air itu tanaman-tanaman yang bermacam-macam warnanya, lalu ia menjadi kering lalu Kami melihatnya kekuning-kuningan, kemudian dijadikan-Nya hancur berderai-derai. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang berakal”. (QS.Az-Zumar,39:21).

“Dan Dialah yang menurunkan air hujan dari langit lalu kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan, maka Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau, Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak; dan dari mayang korma mengurai tangkai-tangkai yang menjulai, dan kebun-kebun anggur, dan (kami keluarkan pula) zaitun dan delima yang serupa dan tidak serupa. Perhatikanlah buahnya di waktu pohonnya berbuah, dan (perhatikan pulalah) kematangannya. Sesungguhnya pada yang demikian itu ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman.”(QS. Al-An’am:99)

System Pengendalian Banjir di DKI

Apabila Konsep pengendalian banjir di DKI mengikuti Firman Allah tersebut Insya Allah Jakarta bisa bebas banjir, konsep yang saya usulkan adalah Pembuatan Waduk di dua lokasi sungai BKT dan BKB, air hujan yang ditampung oleh waduk tersebut bisa dimanfaatkan untuk berbagai keperluan seperti air baku untuk air minum, untuk industri, termasuk pariwisata air, dan sekaligus untuk pengendalian banjir untuk wilayah DKI dan insya allah bisa bebas banjir dengan System ini sbb:

Jika pada musim hujan permukaan air di waduk di turunkan minus (-3 m) dibawah elevasi muka air Laut (elv. + 0 ) dengan cara di pompa sebelum musim hujan datang, antara bulan Nopember, dan jika ada hujan seperti tanggal 17 januari 2013 seluruh air akan ditampung di waduk dengan elevasi awal – 3 m dibawah air laut, ini akan berbeda kondisinya dibanding dengan kondisi waktu kejadian tanggal 17 januari 2013 tersbut karena pada waktu itu elevasi muka air laut pada posisi di level 0 dan pada elevasi pasang ( + 0.90 m ) sedangkan system yg sekarang pada elevasi – 3 m dibawah muka air laut.

Sedangkang dua sungai BKT dan BKB di lengkapi dengan beberapa polder untuk elevasi dasar sungai dibawah permukaan air laut, ini masih tetap berfungsi tetapi tidak optimal dalam menuntaskan banjir tersebut, terbukti baru baru ini terjadi pada tanggal 17 Januari 2013 walaupun BKT dan BKB sudah berfungsi dan ini juga air hujan yang baru dipindahkan dari lautan melaluhi hydrology cycle dibuang begitu lagi ke laut, tidak dimanfaatkan, padahal DKI masih butuh air baku untuk keperluan air minum yang selama ini di kirim dari Sungai Cisadane dan sungai Citarum ( dari Waduk Jati Luhur ) dan Bendungan Pasar Baru di Sungai cisadane.

Muara BKT dan BKB dasar sungainya masih dibawah elevasi muka air laut jadi disini aliran tidak bebas terjadi hambatan dalam alirannya sehingga perlu waktu untuk pembuangan air jika terjadi intensitas hujan yang lama dan merata di wilayah jakarta, dan ditambah dengan kondisi hujan di cathment area beberapa sungai yang lokasi cathment areanya di daerah Bogor.

Tapi kalau system yang kami usulkan dasar sungai BKT dan BKB ada di atas elewasi muka air di waduk disini aliran akan bebas tetapi tidak frontal karena aliran akan terisi dari hujan yang sebelumnya, ini akan dioperasikan oleh petugas PU.

Dan system ini tidak bertentangan dengan firman Allah, air hujan kita manfaatkan sesuai dengan petunjuknya, kita akan buat waduk ini sebagai penebusan perbuatan kita selama melakukan pembangunan yang tidak mengindahkan ekosistem atau keseimbangan alam , kerusakan daerah aliran sungai dan watershed area dijadikan pembangunan fisik berupa perumahan dan lain sebagainya menutup daerah resapan air, dan bukti kita untuk bersyukur dengan cara menampungnya di waduk tersebut.

Karena waduk ini airnya sebagai air baku untuk air minum , kita tertibkan perilaku masyarakat untuk tidak membuang sampah di semua kali yang ada di jakarta dan semua sungai akan bersih dari sampah, tentu kita lengkapi dengan polisi air yang akan menertibkan.

Dan jika musim kemarau akan datang antara akhir bulan maret, air waduk kita isi kembali dengan menaikan elevasi muka air waduk sama dengan elevasi air laut, tetapi jika memungkinkan muka air bisa lebih tinggi dengan air laut ini akan lebih baik karena volume waduk akan lebih optimal dan sumber air baku bisa dimanfaakan oleh daerah lain, ini perlu study yang lebih komprehensip dan detail.

Jika memungkinkan tembok penahan waduk juga sekaligus bisa dimanfaatkan sebagai pelabuhan kapal laut untuk membantu pelabuhan tanjung priok yang sudah padat.

Konsep analisa Perhitungan secara estimasi, perkiraan debit banjir dengan kala ulang 100 tahun pada tiga sungai :

BKT debit banjirnya sebesar Q = 591,20 m3/detik,

BKB debit banjirnya sebesar Q = 699,80 m3/detik

Cengkaeng Drain debit Banjirnya Q = 593.30 m3/detik

dari sumber hasil analisa oleh PT.MULTIMERA HARAPAN ENGINERING CONSULTANT Tahun 2009

Jika intensitas hujan selama 6 jam

Volume air yang harus ditampung di waduk BKT = 12,7 juta m3 dan

Volume air yang harus ditampung di waduk BKB & Cengkaren = 27.9 juta m3

Jika kedalaman yang dipakai 3 m maka

Luas waduk untuk BKT = 455 Ha dan

Luas waduk untuk BKB & Cengkareng = 930 Ha

Kapasitas waduk yang direncanakan dengan kedalaman rata rata 6 m

volume waduk BKT = 25,4 juta m3 dan

volume waduk BKB dan Cenkareng Drain = 56 juta m3

Waduk tersebut secara terus menerus akan terisi dengar air hujan sedangkan air laut yang asin akan terbuang kelaut waktu proses menurunkan elevasi muka air waduk menjadi turun – 3 m dari muka air laut melalui pemompaan ke laut,dan menstabilkan muka air waduk sama dengan muka air laut pada musim kemarau.

Waduk akan terisi dengan air hujan terus menerus selama musim hujan dan air waduk akan terganti oleh air hujan seluruhnya , setelah waduk terisi dengan air tawar , maka air tersebut untuk bahan baku berbagai keperluan.

PRINSIP PENGOPERASIAN WADUK

Secara teknis sama seperti cara pengopersian waduk pluit, kalau waduk pluit mengamankan wilayah pluit saja kalau waduk BKT dan Waduk BKB ini mengamankan wilayah Jakarta seluruhnya.

1. Melalui informasi dari BMG kita tahu bahwa musim hujan akan dtatang dan perkiraan hujan dg intensitasnya kita akan tahu waktu dan lamanya hujan.

2. Perkiraan musim hujan pada bulan Nopember, dari bulan ini permukaan air di waduk kita turunkan untuk supaya jika ada hujan sedang bisa cepat ke waduk dan jika hujan besar kita turunkan sesuai rencana yaitu minis 3 m dibawah muka air laut. Dengan cara di pompa dan dibuang kelaut.

Setelah musim hujan akan ber akhir permukaan waduk mulai kita naikkan sampai sama dengan muka air laut.

3. Air dalam waduk secara terus menerus akan terisi oleh air sungai yang alirannya mendapat suplai dari resapan waktu musim hujan melalui aliran bawah tanah ( base flow) walaupun sudah tidak ada hujan.

4. Kondisi air di waduk pada awal pembuatan secara ber angsur angsur akan terganti oleh air hujan dan air asin akan di pompa ke laut.

5. Setelah air di waduk sudah terganti dengan air tawar , air tersebut dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan untuk pemerintah DKI.

6. Dengan demikian tujuan dari hydrology cicle yang difirmankan oleh Allah SWT telah sesuai, insya Allah bermanfaat amiin.

Penulis.

( DJOKO SURYANTO )

Hp. 0812 9526 683

.::: PENULIS :::. H . Djoko Suryanto . ME

About these ads
Komentar

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s